Ricco Jefryargo Ardi Laksana

Rabu, 15 Februari 2012

Villas-Boas Berseteru dengan Pemain Chelsea by Ricco Jefryargo


Andre Villas-Boas (yahoosport)
VIVAbola - Prahara kembali menimpa Chelsea. Setelah kasus rasisme yang menimpa kapten tim John Terry, kini The Blues dihadapkan pada masalah internal klub.

Seperti dilaporkan Mirror Football, Selasa 14 Februari 2012, manajer Chelsea Andre Villas-Boas (AVB) terlibat adu mulut dengan para pemainnya di depan pemilik klub, Roman Abramovich.

Abramovich akhir-akhir ini memang sering mengunjungi markas latihan Chelsea di Cobham, London, untuk membahas masa depan AVB di Chelsea. Sehari setelah kekalahan memalukan 0-2 dari Everton di laga lanjutan Premier League, Sabtu 11 Februari 2012, sang pemilik kembali datang ke Cobham.

Di sini lah masalah bermula. Beberapa pemain Chelsea kecewa karena tidak mendapat jatah libur setelah pertandingan akhir pekan kemarin. AVB malah menyuruh anak-anak asuhnya datang seperti biasa untuk latihan. Sesampainya di Cobham, beberapa pemain langsung mengkritik cara kerja AVB selama ini di depan sang pemilik klub.

Mereka menilai, taktik, metode manajemen dan pemilihan pemain Villas-Boas sangat tidak masuk akal. Tapi ternyata, Abramovich justru mendukung sang pelatih dan menyalahkan para pemainnya atas hasil buruk yang mereka dapatkan saat bertandang ke Goodison Park. Taipan asal Rusia itu menganggap, kekalahan dari Everton merupakan akibat dari performa buruk para pemain.

Kehadiran Villas-Boas di Stamford Bridge pada awal musim memang keinginan Abramovich. Ia pun bersikeras membela pelatih asal Portugal itu dan meyakini kemampuannya mengembalikan Chelsea ke posisi empat besar Premier League. Saat ini, Chelsea berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan 43 poin dari 25 pertandingan.

Meski terkesan membela Villas-Boas, Abramovich juga mempertimbangkan kelanjutan masa depan manajer yang digaetnya dari FC Porto tersebut. Di lain pihak, manajemen Chelsea menolak berkomentar atas insiden yang terjadi di Cobham.

Di bawah kepemimpinan Villas Boas, Chelsea hanya berhasil meraih 12 kemenangan, tujuh hasil imbang dan enam kekalahan dari 25 pertandingan. Mereka tercatat tidak pernah menang dari klub penghuni 'big four', Manchester United, Liverpool, dan Arsenal. Tapi, Chelsea menjadi klub pertama yang mengalahkan pemuncak klasemen, Manchester City, dengan skor 2-1 pada Desember 2011.

Pada akhir pekan ini, Chelsea akan berhadapan dengan Birmingham City di babak kelima Piala FA. Kemudian tengah pekan depan, pasukan The Roman Emperor akan menyambangi wakil Italia, Napoli, di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Jika kekalahan kembali didapat pada dua pertandingan tersebut, masa depan Villas-Boas semakin terancam.

"Bencana Jika Chelsea Gagal Amankan Tiket Eropa"

Jose Bosingwa da Silva (Foto: Getty Images)
Jose Bosingwa da Silva (Foto: Getty Images)
LONDON – Terlempar dari posisi empat besar, menjadi situasi yang meresahkan bagi Chelsea. Bahkan bek asal Portugal, José Bosingwa menuturkan, akan menjadi suatu petaka besar jika The Blues gagal mendapatkan tiket Champions League di akhir musim.

Kekalahan 0-2 dari Everton pada akhir pekan kemarin, menjadi sinyal bahaya bagi tim yang bermarkas di London Barat tersebut. Pastinya, tim sebesar Chelsea dengan sederetan nama kesohor di dalam skuadnya, akan tercela reputasinya jika tak mampu finis di zona Champions.

Memang, soal gelar Liga Inggris, The Pensioners sudah angkat bendera putih, beberapa pekan lalu. Kini target utama mereka hanya lolos ke Eropa dan jika gagal, kabarnya sang bos besar, Roman Abramovich juga siap memecat sang pelatih, André Villas-Boas.

“Finis di luar posisi empat besar di akhir musim akan menjadi bencana. Kami berjanji akan terus berjuang keras dan kami juga butuh dukungan dari fans,” ujar Bosingwa, sebagaimana disitat Yahoosports, Kamis (16/2/2012).

Terkait krisis yang disinyalir tengah terjadi di Chelsea, Bosingwa membantahnya. Menurutnya, tak ada krisis karena situasi ruang ganti masih senyaman awal musim. Bosingwa juga tak lupa melontarkan pembelaan terhadap sang juru strategi yang menjadi pusat kritik dari sejumlah pemerhati Premier League.

“Suasana ruang ganti kami masih menghadirkan keyakinan kepada pelatih. Villas-Boas pelatih yang baik dan dia sudah pernah mendemonstrasikan dengan kesuksesannya di Portugal,” pungkas Bosingwa

Jumat, 10 Februari 2012

Fergie: De Gea Sudah Temukan Momentum


Getty Images
Kiper Manchester United, David De Gea.MANCHESTER, KOMPAS.com - Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, mengaku percaya kegemilangan David De Gea saat melawan Chelsea, 5 Februari lalu, akan menjadi awal kebangkitan kiper asal Spanyol tersebut. Pertandingan itu menjadi momentum penting baginya untuk menampilkan permainan terbaik.

De Gea mengalami awal yang sulit bersama "Red Devils". Digadang-gadang jadi penerus Edwin van der Sar, De Gea justru tampil melempem dan kalah gemilang dari Andres Lindegaard. Penampilan penjaga gawang timnas U-21 Spanyol itu terus mendapat kritikan, puncaknya terjadi saat MU kalah 1-2 dari Liverpool di ajang Piala FA, beberapa waktu lalu.

Namun, perlahan tapi pasti De Gea mulai menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ketika MU bermain imbang 3-3 lawan Chelsea akhir pekan kemarin, De Gea membuat penyelamatan gemilang yang menjauhkan timnya dari kekalahan. Salah satu penyelamatan gemilang yang ia lakukan adalah ketika De Gea menghalau bola hasil tendangan bebas Juan Mata.

"Saya tak tahu apakah kiper lain di negara ini bisa menyelamatkan tembakan (Mata) seperti yang dilakukan De Gea. David tahu dia punya hari yang buruk saat melawan Liverpool di Piala FA, tapi penjaga gawang pasti mengalaminya. Peformanya pekan lalu akan membantu De Gea," kata Ferguson.

"Dia menyelamatkan kami. Ketika Anda menghadapi tendangan bebas di akhir pertandingan dan kiper Anda melakukan penyelematan seperti itu, Anda harus mengatakan itu merupakan aksi penyelamatan," ia mengakhiri.
Bola tendangan Juan Mata itu memang sulit dan akurat. Ia mengarahkannya ke pojok kiri atas gawang MU. Namun, De Gea dengan sigap menjangkau dan menepisnya, hingga bola gagal menembus gawang.

Villas-Boas Berharap Diberi Waktu 3 Musim

AFP
Pelatih Chelsea, Andre Villas-Boas.LONDON, KOMPAS.com — Dalam waktu lima hari, pemilik Chelsea, Roman Abramovic, empat kali mengamati secara langsung sesi latihan timnya di Cobham. Menurut Telegraph, Abramovic tak pernah memberikan perhatian seperti itu.

Dengan begitu, tidak berlebihan, jika sejumlah kalangan menilai tindakan Abramovic itu merupakan reaksi atas inkonsistensi Chelsea meraih kemenangan. Terlebih lagi, selama ini Abramovic dikenal sebagai pribadi yang tidak sabar ketika melihat timnya mengalami kesulitan menang dan mengakhiri musim tanpa trofi.

Carlo Ancelotti adalah contohnya. Pelatih asal Italia itu dipecat pada akhir musim lalu setelah membawa Chelsea meraih gelar Premier League dan Piala FA 2009-2010. Chelsea menggantikan Ancelotti dengan Andre Villas-Boas.

Menurut Villas-Boas, ketika menerima tawaran menjadi Pelatih Chelsea, akhir musim lalu, ia yakin skuad Chelsea saat ini punya potensi meraih empat trofi, yaitu Piala FA, Piala Carling, Premier League, dan Liga Champions. Namun, setelah disingkirkan Liverpool pada babak perempat final Piala Carling, 29 November silam, dan melihat posisi klasemen Premier League saat ini, Villa-Boas mengakui bahwa Chelsea tidak menunjukkan potensi terbaik mereka.

Berkaitan dengan Abramovic, Villas-Boas mengaku berharap diberi kesempatan memimpin Chelsea, setidaknya selama tiga musim.
"Kami punya dua kompetisi dengan kondisi bahwa kami tampak lebih baik (Piala FA dan Liga Champions) dan satu kompetisi lain (Premier League) dengan kondisi bahwa kami berusaha memperbaiki kerusakan dan mencoba finis setidaknya di peringkat keempat, yang bukan posisi terhormat untuk klub seperti Chelsea," ujar Villas-Boas.

"Saya pikir, ketika tampil, kami yakin tim ini siap bersaing meraih empat trofi. Kami punya kesempatan membeli pemain (Januari lalu), tetapi tidak melakukan pembelian, kecuali Gary Cahill. Jadi, kami yakin masih bisa meraih target yang kami tetapkan pada musim ini, dengan tim ini, dan kemudian berpikir soal target musim depan."

"Faktanya adalah, musim lalu ada pergantian manajer. Pada akhirnya, Anda harus setuju bahwa sejak 2004, Chelsea telah menjadi sangat sukses. Ini adalah periode terbaik dalam sejarah Chelsea, dan semoga kami bisa berkembang dalam waktu tiga musim, dengan saya di sini," tuturnya.
Chelsea telah melakoni 24 pertandingan Premier League dan duduk di peringkat keempat klasemen dengan 43 poin atau kalah 14 angka dari penguasa sementara, Manchester City.

Untuk Liga Champions, Chelsea masuk babak 16 besar, tempat mereka akan bertemu Napoli pada 21 Februari dan 14 Maret mendatang. Tiga hari sebelum leg pertama, mereka akan melakoni laga putaran kelima Piala FA melawan Birmingham City.

Gary Cahill Nikmati Debutnya Di Chelsea Cahill tetap senang di gim pertamanya bersama Chelsea meski bermain imbang dengan Manchester United.

EPL - Chelsea v Manchester United, Gary Cahill
Getty Images
Debut Cahill bersama Chelsea seharusnya menuai hasil gemilang, tapi timnya ditahan imbang United dengan skor 3-3 setelah lebih unggul 3-0, pada akhir pekan lalu.

Pemain yang didatangkan dari Bolton Wanderers itu mengakui itu bukan hasil yang ideal apalagi ia dianggap tampil kurang memuaskan sehingga The Blues sampai kebobolan tiga gol.

Namun Cahill tetap senang dalam pertandingan debutnya itu karena memperoleh banyak pelajaran dan pengalaman baru sebagai pemain Chelsea.

"Rasanya luar biasa mengenakan kostum tim ini dan memainkan gim pertama untuk klub baru saya. Saya merasa senang bisa menjalani debut dalam gim yang fantastis, bisa dibilang ini termasuk salah satu alasan saya pindah ke Chelsea," tuturnya melalui situs resmi klub.

"Saya pikir David Luiz bermain dengan baik, ia bek sentral kelas dunia dan saya senang bisa bermain dengannya. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, sayangnya harus kebobolan dua gol melalui penalti. Namun seperti saya katakan tadi, saya mendapat banyak pengalaman berharga."

"Kami optimis bisa menuai hasil maksimal di gim-gim selanjutnya, dan itu akan dimulai saat kami menghadapi Everton di akhir pekan ini. Saya rasa para pemain tahu apa yang harus dilakukan dan memberikan performa yang lebih baik lagi".


>> Halaman Khusus Sepakbola Inggris
>> Semua Berita Sepakbola Inggris
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Liga Primer Inggris

Cleverley Siap Tampil Lawan Liverpool

AFP
Gelandang Manchester United, Tom Cleverley (kanan).MANCHESTER, KOMPAS.com — Gelandang Manchester United (MU), Tom Cleverley, bakal masuk skuad yang akan melawan Liverpool pada pertandingan Premier League di Old Trafford, Sabtu (11/2/2012).

Cleverley belum bermain sejak mengalami cedera lutut pada laga melawan Everton, 29 Oktober silam. Pada awal pekan ini, ia disiapkan untuk tampil membela tim cadangan MU melawan Chelsea. Namun, pertandingan dibatalkan.

"Tom berlatih dengan baik. Kami kecewa karena pertandingan melawan tim cadangan Chelsea dibatalkan. Rencananya adalah ia tetap bersama kami (setelah laga tim utama melawan Chelsea, 5 Februari lalu) dan bermain (untuk tim cadangan MU) pada hari Senin. Namun, ia berlatih dengan sangat baik dan akan terlibat pada laga (melawan Liverpool)," ujar Ferguson.

Selain itu, bek Chris Smalling juga siap bermain melawan Liverpool. Untuk Phil Jones, ia baru bisa kembali bermain pada pertandingan Liga Europa melawan Ajax, pekan depan.

"Saya pikir, Smalling bisa bermain (melawan Liverpool), tetapi untuk pemain lain, situasinya sama seperti hari Minggu lalu. (Phil Jones) akan siap bermain pada pertandingan melawan Ajax," tambah Ferguson.

Chelsea Ingin Barter Fernando Torres dengan Falcao

Chelsea Ingin Barter Fernando Torres dengan Falcao
getty images

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Chelsea tampaknya ingin mengakhiri mimpi buruk Fernando Torres di Stamford Bridge. The Blues dikabarkan berencana menggaet penyerang Atletico Madrid, Radamel Falcao, dan akan menyertakan Torres sebagai bagian dari kesepakatan.
Chelsea sudah mengirimkan perwakilan klub untuk memperhatikan performa penyerang berusia 25 tahun itu selama tiga bulan terakhir, dan sepertinya pergerakan The Blues itu didorong oleh keinginan Andre Villas-Boas yang sempat bekerjasama dengan penyerang asal Kolombia tersebut sewaktu masih di Porto.
Seperti yang dilansir The Daily Star, Chelsea ingin mengakhiri performa buruk Torres semenjak didatangkan dari Liverpool dengan cara menyodorkannya ke eks klub yang pernah dibelanya tersebut dan ditukar dengan Falcao.
Penyerang internasional Spanyol itu, sejauh ini baru mencetak tiga gol di ajang Premier League semenjak hijrah ke Stamford Bridge. Rencana dikembalikannya Torres ke ranah Spanyol, dianggap sebagai cara terbaik untuk menemukan kembali performanya.
Sementara itu, Falcao tidak memiliki masalah sejak hengkang dari Portugal ke ajang La Liga bersama Atletico di musim panas lalu, di mana ia sudah mencetak 62 gol dari 72 kali pertandingannya di ranah Eropa semenjak hengkang dari River Plate di tahun 2009.
Sewaktu bekerjasama dengan AVB di Porto, penyerang asal Kolombia ini menyarangkan 33 gol dari 36 kali penampilannya, termasuk menceploskan 17 gol dari 14 pertandingan di ajang Liga Europa yang menjadikan Porto sebagai juara dan memasukkan namanya ke dalam daftar baru pencetak gol terbanyak di kompetisi Eropa. Falcao juga sudah mengoleksi 17 gol dari 25 kali penampilan untuk Atletico.

Barcelona Tak Punya Niat Ambil Romeu dari Chelsea

AFP
Gelandang Chelsea, Oriol Romeu (kiri).BARCELONA, KOMPAS.com - Direktur Olahraga Barcelona, Andoni Zubizarreta, mengatakan bahwa pihaknya tak punya niatan untuk membawa kembali Oriol Romeu dari Chelsea.

Romeu meninggalkan Camp Nou tahun lalu. Ia dibeli Chelsea dengan klausul bisa dibeli kembali oleh Barcelona pada tahun 2012 atau 2013. Agen Romeu menyatakan kepada media bahwa gelandang asal Spanyol tersebut bsia saja kembali pada tahun 2013. 

Namun, Andre Villas-Boas dan manajemen Chelsea mengingatkan bahwa klausul itu berbunyi, "Barcelona jadi prioritas utama ketika klub berencana untuk menjual Romeu." Menanggapi hal itu, Zubizarreta sependapat. 

"Kami menjadi opsi pertama jika Chelsea menjual Romeu, tapi saat ini kami tak punya rencana untuk mendapatkannya kembali," katanya.

Preview: Everton vs Chelsea, Demi 4 Besar!

Preview: Everton vs Chelsea, Demi 4 Besar!
Striker Chelsea, Fernando Torres © AFPBola.net - Asa Chelsea untuk terus berada di posisi 4 besar klasemen Liga Premier Inggris harus mendapat ujian dari Everton, Sabtu (11/02) malam nanti.

Tuan rumah sudah bisa kembali diperkuat oleh Sylvain Distin yang sepertinya akan kembali berpasangan dengan Johnny Heitinga di lini belakang Everton. Sedangkan Phil Jagielka masih akan absen di barisan pertahanan karena cedera.

Leon OsmanJack Rodwell dan Seamus Coleman masih belum bisa bermain di lini tengah The Toffees. Namun David Moyes memiliki banyak pilihan di lini depan dengan hadirnya striker baru Nikica Jelavic yang bersiap melakoni debut bersama dengan Victor Anichebe yang kerap tampil apik dari bangku cadangan.

Sementara tim tamu masih tanpa kapten mereka, John Terry karena cedera lutut. Ramires masih harus absen karena cedera dan Didier Drogba masih melakoni tugas negara membela pantai gading di final Piala Afrika. Fernando Torres bakal dipasang sejak menit awal untuk memberinya kesempatan mengakhiri paceklik golnya.

Frank Lampard dan John Obi Mikel sudah kembali berlatih setelah pulih dari cedera. Lampard yang saat ini masih merupakan top skor Chelsea sepertinya akan kembali bermain sejak menit awal. Ashley Cole juga akan kembali menempati pos kiri usai menjalani skorsing di laga terakhir The Blues.

DATA DAN FAKTA PERTANDINGAN :
  • Chelsea belum pernah sekalipun memenangkan laga di Goodison Park sejak bulan April 2008 ketika saat itu Michael Essien mencetak gol tunggal kemenangan Chelsea atas Everton.
  • Leighton Baines bersiap melakoni laga ke-100 secara beruntun bersama dengan Everton di segala kompetisi.
  • Chelsea masih dominan dalam catatan pertemuan kedua klub dengan meraih 51 kemenangan dan 47 kekalahan sedangkan 47 laga lainnya berakhir dengan skor imbang.
  • Fernando Torres sudah absen mencetak gol di 18 laga terakhir bersama Chelsea sejak terakhir kali mencetak 2 gol ke gawang Genk pada pertengahan Oktober.
  • Chelsea punya rekor buruk di laga awal pada beberapa minggu terakhir dengan hanya meraih satu kemenangan dan sekali imbang pada 5 laga away terakhir mereka.

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN :
Everton (4-5-1) : Howard; Hibbert, Heitinga, Distin, Baines; Pienaar, Fellaini, Neville, Gibson, Donovan; Jelavic.

Chelsea (4-3-3) : Cech; Ivanovic, Cahill, Luiz, Cole; Essien, Meireles, Lampard; Sturridge, Torres, Mata. (bola/mac)

LIGA INGGRIS - Lampard dan Obi Fit Untuk Melawan Everton 
Dilihat sebanyak 848 kali
Follow twitter @bolanet dan gabung komunitas bola.net di facebook.
Akses Bola.net melalui http://m.bola.net pada browser ponsel Anda.

Chelsea Tak Mau Ulangi Kesalahan City

AFP
Pelatih Chelsea, Andre Villas-Boas.

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Chelsea Andre Villas-Boas (AVB) mengatakan, pihaknya tak akan mengulangi kesalahan yang dilakukan Manchester City ketika timnya berhadapan dengan Everton, Sabtu (11/2/2012).

City memang harus menelan pil pahit saat kalah 0-1 dari Everton, 31 Januari lalu. Kala itu, City dianggap terlalu meremehkan Everton. Sang manajer, Roberto Mancini, mengakui bahwa timnya kurang persiapan dalam menghadapi "The Toffees".

Kesalahan inilah yang tak ingin diulangi oleh Chelsea, apalagi jika melihat rekor buruk mereka di kandang Everton.

"Kami tak pernah meremehkan Everton karena rekor kami di Goodison Park tidak impresif. Ini tempat yang sulit untuk ditaklukkan dan tim (Everton) membuat transfer yang hebat," ujar AVB.

"Sungguh fantastis untuk melihat (pemain baru) Darron Gibson bermain lebih sering karena talenta luar biasanya dan Landon Donovan kembali ke tempat yang ia kenal dengan baik. Saya pikir penambahan skuad mereka sangat fantastis, meningkatkan level mereka dan membuat mereka sulit dihadapi," lanjutnya.

AVB juga menilai, Everton sudah jauh lebih baik ketika kedua tim bertemu untuk kali pertama di musim ini, 15 Oktober tahun lalu. Meski saat itu Chelsea menang 3-1, AVB tak berpikir timnya bisa mengulanginya lagi.

"Everton selalu menjadi tim yang solid dan bisa menciptakan masalah, ditambah lingkungan Goodison Park yang tak pernah mudah ditaklukkan," kata AVB.

"Situasi mereka di liga saat ini ada di posisi ke-11, tapi sangat dekat dengan posisi ke-8, yang tentunya mengubah sudut pandang kami," ia mengakhiri.

Rabu, 08 Februari 2012

SEJARAH BERDIRINYA CHELSEA FC

SEJARAH BERDIRINYA CHELSEA FC

Berdiri: 1905
Alamat: Stamford Bridge, London SW6 1HS England
Telpon: 0870 300 1212
Ketua: Roman Abramovich
Stadion: Stamford Bridge
SejarahSepuluh Hal Yang Wajib Diketahui Tentang ChelseaBulan Mei 2008 yang lalu seharusnya akan menjadi puncak prestasi tertinggi bagi Chelsea dalam 103 tahun keberadaannya di dunia sepakbola Inggris. Mereka hampir merenggut gelar juara Liga Primer Inggris yang keempat dan juga hanya satu tendangan penalti lagi dari gelar juara Liga Champions yang pertama.Sayangnya Manchester United dan keberuntungan yang tidak berpihak kepada The Blues dan para suporternya menjadi halangan utama.Walau demikian, di balik kekecewaan tersebut, para suporter setia Chelsea dapat melihat balik prestasi yang telah mereka capai hingga saat ini dan juga kualitas para pemain yang telah mengenakan seragam biru dan menjadikan Stamford Bridge basis mereka.Tak dapat dipungkiri kalau masa lima tahun terakhir ini bisa dianggap sebagai puncak posisi yang dicapai Chelsea sejak dimiliki penuh oleh milyarder asal Rusia Roman Abramovich. Dukungan finansial dari Abramovich berhasil menghadirkan pelatih Jose Mourinho serta pemain yang tepat yang akhirnya berujung pada gelar juara Liga Primer selama dua tahun berturut-turut. Hal itu menjadikan The Blues mematahkan dominasi United dan Arsenal sejak dimulainya Liga Primer.Walau akhirnya Mourinho tak lagi berada di Chelsea, fondasi mentalitas dan pemain inti yang ditinggalkannya menjadi tulang punggung pasukan yang kini ditangani oleh Luiz Felipe Scolari.Mari kini kita mengenal klub asal London ini lebih jauh lagi lewat sepuluh fakta menarik mengenai mereka.10. Sejarah Chelsea sebagai klub sepakbola dimulai sejak 14 Maret 1905 saat berlangsungnya pertemuan di sebuah pub bernama The Rising Sun (yang sekarang dinamakan pub The Butcher's Hook). Beberapa nama yang sempat menjadi calon bagi klub ini adalah Stamford Bridge FC, Kensington FC, dan London FC hingga akhirnya Chelsea FC menjadi pilihan tetap.9. Chelsea bermarkas di stadion Stamford Bridge yang secara resmi dibuka pada 28 April 1877. Stadion tersebut dirancang oleh arsitek asal Skotlandia Archibald Leitch yang juga merancang banyak stadion sepakbola lain di Inggris seperti Old Trafford (Manchester United), Celtic Park (Glasgow Celtic), Anfield (Liverpool), dan White Hart Lane (Tottenham Hotspur). Tadinya kapasitas awal Stamford Bridge dapat menampung 100 ribu penonton dan akhirnya mengalami berbagai perubahan hingga kapasitas akhir bagi 42.055 penonton sekarang.8. Maskot Chelsea adalah seekor singa yang diambil dari logo klub mereka dan dinamakan Stamford The Lion. Kostum sang singa ini sempat hilang dicuri oleh dua orang pria dari Stamford Bridge pada Juli 2005.7. Para pemain Chelsea pada tahun 1972 merekam lagu berjudul Blue Is The Colour dalam rangka penampilan mereka di final Piala Liga tahun itu. Rekaman tersebut berhasil menduduki peringkat kelima di UK Singles Chart dan menjadi salah satu lagu sepakbola di Inggris yang paling terkenal dan juga telah diadaptasi oleh beberapa penyanyi dan klub sepakbola lain di Republik Ceko, Kanada, Finlandia, dan Jepang.6. Era tahun 70an dan 80an menjadi masa buruk bagi Chelsea karena mereka mengalami kesulitan keuangan karena rencana untuk membangun kembali Stamford Bridge. Akibatnya pemain bintang dijual untuk mendapatkan dana dan mereka terdegradasi ke Divisi Dua. Masalah lainnya datang dari hooliganisme sebagian suporter. Hingga akhirnya Ken Bates membeli Chelsea hanya dengan harga £1.5. Peter Osgood, salah satu legenda Chelsea yang mendapatkan julukan King of Stamford Bridge, wafat akibat serangan jantung pada 1 Maret 2006. Abu hasil kremasinya kemudian dikuburkan di bawah titik penalti yang menghadap tribun Shed End di stadion Stamford Bridge dalam sebuah upacara yang dihadiri lebih dari 2.500 fans, pemain, mantan pemain, manajer, dan direktur Chelsea. Gol pertama yang dicetak dari titik penalti tersebut sejak upacara itu, dieksekusi oleh Andriy Shevchenko saat pertandingan melawan Aston Villa yang berakhir 4-4.4. Chelsea telah lama menjadi tim yang selalu bergaya dan banyak terdiri dari pemain internasional luar Inggris. Posisinya yang berada di London membuatnya banyak mempunyai suporter dari kalangan selebriti. Berikut adalah beberapa di antaranya. Damon Albarn (vokalis Blur dan Gorillaz), penyanyi Bryan Adams, pemain NBA Kevin Garnett & Paul Pierce, penata rambut Vidal Sassoon, bos balap Formula 1 Bernie Ecclestone, sutradara dan mantan suami Madonna Guy Ritchie, aktris Renee Zellweger, dan rocker Billy Idol.3. Rekor paling banyak tampil bagi Chelsea hingga saat ini masih dipegang oleh mantan kapten mereka Ron "Chopper" Harris yang bermain sebanyak 795 kali. Sedangkan jumlah gol yang paling banyak dicetak dimiliki oleh Bobby Tambling yang menyarangkan 202 gol dari 370 kali main. Dari pemain yang bermain bagi The Blues sekarang, hanya Frank Lampard yang menjadi paling banyak dari sisi tampil (392 kali) dan gol (121 gol). Selain itu, Chelsea juga memegang rekor terpanjang bermain di kandang tanpa kalah sebanyak 86 pertandingan di Liga Primer.2. Secara total ada 21 gelar juara yang telah dimenangkan Chelsea hingga saat ini. Untuk gelar domestik, The Blues telah mencatat tiga kali juara Liga Primer/Divisi Satu Inggris, dua gelar juara Divisi Dua, empat kali juara Piala FA, empat kali juara Piala Liga, tiga kali memenangkan Community Shield/Charity Shield, dan dua kali juara Piala Full Members. Sedangkan di Eropa, Chelsea telah dua kali juara Cup Winners' Cup, dan satu kali juara Piala Super Eropa.1. Sebelum mendapatkan julukan The Blues hingga sekarang, Chelsea juga sempat dijuluki The Pensioners (Pensiunan). Hal itu disebabkan logo klub mereka yang pertama kali menggunakan gambar seorang pensiunan anggota British Army yang tinggal di dalam Royal Hospital Chelsea. Logo tersebut baru akhirnya diganti pada 1952 atas perintah Ted Drake manajer Chelsea saat itu.

CHELSEA FC

GILES SMITH: HERE COME THE BELGIANS

Posted on: Thu 02 Feb 2012
Two more games played and two more players signed in the last week. Giles Smith goes looking for trends and patterns and new culinary directions in this week's column…

We wrote in this spot last week - not entirely seriously - about Chelsea being the form team of 2012, not having lost a game this year, a distinction to which the teams around us, and even the three better placed ones, can lay no claim.
Since when two more games have gone by without defeat and I'm beginning to wonder whether there might be more substance to this theory than I knew.
Let's face it, the only consistent factor in this bafflingly random season is the inconsistency. Manchester City, who seemed awesome and inexorable a couple of months ago, have now contrived to lose to Everton. (They lost to us, too, let's not forget.) Manchester United, whom we play on Sunday, have managed to lose at home to Blackburn in the quite recent past, this week only beat Stoke on penalties, as it were, and basically look like they could lose to anyone at any point. And both those Manchester teams, following various unaccountable mishaps, are now, unlike some of us, down to their last viable knock-out cup competition, assuming we count the Europa League, which is a point for debate.
Meanwhile, Tottenham have found themselves going floppy as soon as anyone that they really need to beat comes along. And though Liverpool's unlikely advance to the Carling Cup final at the expense of Manchester City was said by one correspondent to indicate how Kenny Dalglish had 'restored traditional values' to the club, that wasn't something people were much talking about a couple of weeks ago when they were capitulating feebly at home to Bolton. (Nor during the Suarez affair, coming to think of it.)
As for Arsenal, recovering from 0-2 down at home to Aston Villa in the Cup would allegedly provide the boost they needed finally to start to put together a more coherent challenge for the top four - a renaissance, however, which did not extend to beating Bolton last night.
Leaving us, then, trudging along in a fairly undistinguished way (it must be admitted), getting the odd player sent off, relying on the odd streaky deflected shot in the fourth minute of time added on, but nevertheless getting the job (sort of) done. Not every team, after all, finds a point easy to come by at Swansea. Ask Arsenal.
At this rate, winning all your home games and drawing all your aways could just about constitute a title challenge. AVB could be right. It may not yet be over.


Is Chelsea the new Belgium? Recent signings tend to suggest a drift that way. There's Romelu Lukaku, already on the bench, and Thibaut Courtois, potentially the successor to Petr Cech and currently on loan to Atletico Madrid.
And now there's Kevin De Bruyne, finally secured, after a long build-up, near the closing of the January transfer window, but not due to arrive, it seems, much before the season after next, in a slightly counter-intuitive 'pay now, take home later' arrangement. This, one can hardly help noticing, is the very opposite of the kind of deals they try to tempt you with at, for example, Curry's, where it's very much about taking home now and paying nothing until next year. But I'm sure people here know what they're doing.
Anyway, the point is one can now reasonably envisage a time, three or four years or so hence, when more than a quarter of our team will be Belgian. Which will be great because, apart from anything else, when people ask that tiresome old question about how many famous Belgians you can name, we'll be in a position to tick off three straight away. And without recourse to mentioning Hercule Poirot at any point.
De Bruyne
But what would also be good is if our new, enhanced Belgian-ness eventually gave rise to a broader interest, around the club, in things Belgian. I'm thinking specifically of the noble Belgian tradition of serving chips with a huge and compulsory topping of mayonnaise - a sensational pre-match snacking notion, as any of us will happily confirm who have travelled in that country, or who, indeed, attended our Champions League match at Genk only last autumn.
I renewed an historic acquaintance with this king among van-served dining opportunities on that very occasion, directly outside the ground, where the mayonnaise was supplied in such generous quantities that I actually managed to get a fair amount on my shoe, where traces of it are still dimly discernible, fully three months later.
True, roughly 20 minutes after consuming what food writers would doubtless describe as a unique clash of the rich, buttery mayonnaise with the salty, deep-fried harshness of the potato, one's enthusiasm for the concept can be known to wane. But that's something that would be defeated, no doubt, with the practice that would come from greater exposure to the dish.
And why not here, as the start of what could a whole new, Belgian-era drive towards a greater cosmopolitanism in the food kiosks around the Bridge?